Blogroll

Search

Cuti 2 Minggu

June 30th, 2009 by arinamse

Hip.. Hip.. Huray.. Akhirnya aku berhasil mengajukan cuti besar selama 2 minggu, dimulai dari hari Senin ini. Karena bakal kadaluwarsa hingga 31 Juli 2009 danĀ  sisa cuti besarku masih 19 hari, makanya aku membulatkan diri untuk ambil cuti besar. Harus bisa nih, ga boleh kasihan ama pekerjaan karena yang namanya pekerjaan ga ada habisnya. Hehehehe. Untungnya beberapa pekerjaan besar sudah kuselesaikan. Kebetulan pula saudara sepupuku ada yang mau liburan, jadi aku ingin menyambut mereka (halah!!!). Kalau selama ini sebagian besar waktuku dihabiskan untuk mengurusi pekerjaan, sekarang gantian aku yang menghabiskan waktu untuk keluargaku (ceile).

Rencananya mau mengantar kakakku tersayang (yang minggu lalu baru aja ultah) mencari2 dokter kandungan dan rumah sakit yang SANGAT mendukung IMD (Inisiasi Menyusu Dini), ASI eksklusif dan melahirkan secara normal. Dengan pengalamannya melahirkan anak pertama secara caesar, kakakku ingin bisa melahirkan secara normal kali ini. Terkadang ada dokter yang bagus namun RS nya kurang mendukung untuk IMD, apalagi jika si ibu terpaksa melahirkan secara caesar. Padahal merujuk beberapa pengalaman di internet, meskipun caesar tetap dimungkinkan untuk melakukan IMD, bahkan si bayi tidak perlu dimandikan dulu, cukup dilap saja dan langsung ditaruh di dada sang ibu supaya bayi bisa merangkak mencari puting susu. Sedangkan dokter tetap bisa menjalankan perannya dalam menjahit perut sang ibu.

Kegiatan searching di internet jadi menu selama cuti beberapa hari ini, mencari rujukan dokter kandungan dan RS yang cukup bagus. Untuk ASI eksklusif, ada beberapa RS yang sengaja memberikan susu formula pada bayi dengan alasan kondisi ibu masih lemah, ASI sangat sedikit, padahal terkadang bayi tidak dibawa ke kamar ibunya untuk disusui. So, bagaimana sang ibu bisa menyusui anaknya kalau mereka memang tidak dipertemukan? Bagusnya sih seharusnya fasilitas RS memperbolehkan rooming-in, alias ibu dan anak dalam satu kamar. Namun terkadang hal ini hanya diijinkan untuk kamar VIP yang hanya terdiri dari 1 pasien karena dikhawatirkan jika ada pasien lain dalam kamar tersebut, tangisan bayi takut mengganggu pasen lain tersebut. Nah hal ini yang masih aku pertanyakan, apakah mungkin kelas biasa (misalnya kelas 1, dengan 2 pasien di dalamnya) diijinkan untuk rooming-in dengan sang bayi??? Aku masih harus mencari data dan informasi nih.

Posted in Kehidupan | No Comments »