Seminar Pendidikan Anak
March 18th, 2009 by arinamseSebenarnya sudah lama aku mau berbagi ilmu tentang Seminar Pendidikan Anak yang aku ikut di Gedung Pos Bandung tanggal 7 - 8 Februari 2009. Tapi belum sempet aja untuk menulisankannya. Secara tante cantik sedang sibuk lembur di kantor. Hiksss…. Lembur aja sampe bosen dueehhh. Tapi kerjaan penting dan yang butuh konsentrasi sudah selesai, jadi aku bisalah sedikit2 meluangkan waktu untuk berbagi ilmu karena memang ilmu pendidikan anak ini sangat bagus. Pembicaranya adalah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari. Inilah intisari yang dapat aku simpulkan:
Modul 1: Mencari Jalan Mengasuh Anak
Ketika bersama dengan anak, berarti mernghabiskan waktu berdua untuk bermain, ngobrol, curhat, tiduran dll. Sebelum tidur, tatap wajah anak selama minimal 5 menit sambil berdoa di telinganya, mendoakan segala hal yang terbaik tentang anak kita.
Apa yang kita inginkan dari anak kita:
1. Kita ingin anak kita percaya diri
2. Kita ingin anak kita penuh motivasi, sebaik2nya motivasi adalah motivasi internal
3. Kita ingin anak kita berprestasi. Misalnya orang tua sekarang ingin agar anak bisa membaca, bukannya suka membaca. Di Asutralia dan Finlandia, anak sampai dengan umur 12 tahun dilarang ikut lomba, karena belum saatnya anak berkompetisi. Fitrah anak adalah solidaritas, misalnya hari ini berantem dan besok sudah akur dengan temannya lagi.
4. Kita ingin anak bahagia.
5. Kita ingin anak taat dan patuh pada orang tua.
Masalah2 anak antara lain:
a. Anak malas balajar. Penyebab anak stres belajar sebenarnya adalah orang tua, sekolah.
b. Anak tidak mandiri
c. Anak tidak memiliki harga diri
d. Anak tidak menyukai aktivitas ibadah. Yang dikenalkan ke anak dalam ibadah seharusnya motivasi, bukan kometensi ibadah. Agama diturunkan melalui akidah dulu.
e. anak tidak patuh pada orang tua.
Sebagian besar masalah anak berasal dari orang tua. Bicara pada anak dengan nada yang positif. Jangan mendahulukan hukuman/punishment. Berdasarkan suatu buku, dari umur 0 - 18 tahun, seorang anak dimarahi sebanyak 148.000 kali. Hal ini terjadi di keluarga baik2 lho, bukan keluarga broken home. Ketika ada masalah, jangan buru2 menasehati. Inti dari stimulasi adalah interaksi.
Solusinya:
- Jadilah orang tua seperti yang kita harapkan dulu
- Persiapkan ruang mental.
Beri anak 5 karunia, yaitu:
-
Karunia belajar
-
Karunia konsistensi
-
Karunia kiblat: bagaimana anak berperilaku positif
-
Karunia mendengarkan
-
Karunia Assoffat.
Posted in Kehidupan |