Blogroll

Search

Pasar Utang s/d 13 Maret 2009

March 16th, 2009 by arinamse

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, kurva tingkat imbal hasil Obligasi Pemerintah untuk posisi per tanggal 13 Maret 2009 secara umum terlihat mengalami peningkatan dibandingkan dengan posisi per tanggal 31 Desember 2008 (dengan kata lain selama periode tersebut terdapat penurunan harga pasar Obligasi Pemerintah). Yield Obligasi Pemerintah jangka pendek hingga menengah per tanggal 13 Maret 2009 berkisar antara 9,92% hingga 12,61%, sedangkan jangka panjang memiliki tingkat imbal hasil antara 13,07% hingga 14,57%. Di lain pihak, tingkat imbal hasil Obligasi Pemerintah pada posisi per tanggal 31 Desember 2008 berkisar antara 11,27% hingga 11,80% untuk jangka pendek hingga menengah serta antara 11,83% hingga 12,22% untuk jangka panjang.

Nilai Surat Utang Negara (SUN) pada posisi per tanggal 12 Maret 2009 sebesar Rp 544,66 triliun, atau meningkat sebesar 3,61% ytd dibandingkan dengan posisi per akhir Desember 2008 sebesar Rp 525,69 triliun. Penempatan terbesar per tanggal 12 Maret 2009 terdapat pada sektor perbankan yang mencapai Rp 271,99 triliun (merupakan 49,94% dari total) meningkat dibandingkan dengan akhir Desember 2008 sebesar Rp 258,75 triliun. Di samping itu, penempatan pada non perbankan mencapai Rp 245,03 triliun (merupakan 44,99% dari total), atau meningkat dibandingkan dengan periode akhir Desember 2008 sebesar Rp 243,93 triliun. Porsi kepemilikan asing terhadap SUN menunjukkan tren penurunan dari akhir Desember 2008 sebesar Rp 87,61 triliun menjadi Rp 79,09 triliun (14,52% dari total) per 12 Maret 2009. Penurunan porsi asing tersebut terutama disebabkan oleh pengetatan likuiditas yang masih membayangi kondisi pasar keuangan global sebagai konsekuensi dari masih berlangsungnya penurunan aktivitas ekonomi di sejumlah negara maju. Investor asing cenderung untuk memindahkan dananya dari SUN dan membeli mata uang US Dollar karena saat ini US Dollar dianggap sebagai safe haven currency, yaitu mata uang yang paling aman untuk dipegang di tengah resesi ekonomi global yang melanda hampir seluruh dunia. Selain itu, apabila terdapat kelebihan likuiditas US Dollar akan ditempatkan pada obligasi di US mapun global bond Pemerintah RI.

Dalam Triliun Rupiah Dec-08 Jan-09 Feb-09 11-Mar-09 12-Mar-09 Porsi
Bank      258,75      267,34       277,33      271,54       271,99 49,94%
Bank BUMN Rekap       144,72       145,52        146,50      
Bank Swasta Rekap          61,67         68,19          76,02      
Bank Non Rekap         45,17         45,92          46,50      
BPD           6,50           6,98            7,54      
Bank Syariah           0,69           0,74            0,77           0,77            0,77 0,14%
Bank Indonesia         23,01         23,83          28,24         26,78          27,64 5,07%
Departemen Keuangan              -                -                 -                -                 -   0,00%
Non Bank      243,93      243,73       245,79      244,52       245,03 44,99%
Reksadana         33,11         33,11          35,10         35,30          35,31 6,48%
Asuransi         55,83         56,95          58,93         59,52          59,54 10,93%
Asing         87,61         86,02          80,90         78,71          79,09 14,52%
Dana Pensiun         32,98         33,41          34,29         34,50          34,56 6,35%
Sekuritas           0,53           0,63            0,72           0,64            0,61 0,11%
Lain - Lain         33,87         33,60          35,85         35,85          35,92 6,59%
Total      525,69      534,89       551,35      542,83       544,66 100,00%

Selain itu, berdasarkan data dari Bloomberg Obligasi Pemerintah dari beberapa negara yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 10 tahun mendatang diperkirakan akan menghasilkan yield sebagai berikut:

Negara

Q1 09

Q2 09

Q3 09

Q4 09

Q1 10

Indonesia

12,28%

11,79%

11,32%

11,13%

11,70%

Malaysia

2,76%

2,95%

3,36%

3,76%

4,50%

Thailand

3,31%

3,31%

3,34%

3,24%

N/A

India

6,24%

6,12%

6,13%

6,76%

7,38%

China

2,82%

2,97%

3,26%

3,57%

3,90%

US

2,62%

2,82%

2,95%

3,17%

3,39%

UK

3,36%

3,07%

3,04%

3,29%

3,59%

Jepang

1,24%

1,24%

1,24%

1,35%

1,35%

Sumber: Bloomberg Weighted Average (16 Maret 2009)

Dengan asumsi BI Rate akan berada pada kisaran 7,00% - 7,25% pada akhir tahun 2009, dimana laju inflasi diperkirakan berada pada level 5,00% - 6,50%, maka tingkat imbal hasil obligasi diperkirakan akan bergerak menurun dibandingkan dengan posisi saat ini.

Posted in Pasar Utang |



Leave a Reply