Kondisi Sektor Pasar Utang Januari - Februari 2009
March 5th, 2009 by arinamseBerikut adalah struktur kepemilikan Surat Utang Negara (Rp Triliun):
| Dalam Triliun Rupiah | Dec-08 | Jan-09 | 6-Feb-09 | 10-Feb-09 | 13-Feb-09 | 20-Feb-09 | 24-Feb-09 | Porsi |
| Bank | 258.75 | 267.34 | 268.68 | 268.73 | 267.57 | 271.88 | 271.93 | 50.39% |
| Bank BUMN Rekap | 144.72 | 145.52 | ||||||
| Bank Swasta Rekap | 61.67 | 68.19 | ||||||
| Bank Non Rekap | 45.17 | 45.92 | ||||||
| BPD | 6.50 | 6.98 | ||||||
| Bank Syariah | 0.69 | 0.74 | 0.74 | 0.74 | 0.74 | 0.74 | 0.74 | 0.14% |
| Bank Indonesia | 23.01 | 23.83 | 24.53 | 24.88 | 25.95 | 27.56 | 27.81 | 5.15% |
| Departemen Keuangan | - | - | - | - | - | - | - | 0.00% |
| Non Bank | 243.93 | 243.73 | 241.68 | 241.28 | 241.38 | 240.21 | 239.90 | 44.46% |
| Reksadana | 33.11 | 33.11 | 33.04 | 33.04 | 33.12 | 33.86 | 33.95 | 6.29% |
| Asuransi | 55.83 | 56.95 | 57.14 | 57.21 | 57.33 | 57.62 | 57.89 | 10.73% |
| Asing | 87.61 | 86.02 | 84.68 | 84.14 | 83.94 | 81.67 | 81.46 | 15.10% |
| Dana Pensiun | 32.98 | 33.41 | 33.48 | 33.51 | 33.57 | 33.76 | 33.80 | 6.26% |
| Sekuritas | 0.53 | 0.63 | 0.61 | 0.65 | 0.69 | 0.69 | 0.36 | 0.07% |
| Lain - Lain | 33.87 | 33.60 | 32.73 | 32.73 | 32.73 | 32.61 | 32.44 | 6.01% |
| Total | 525.69 | 534.89 | 534.89 | 534.89 | 534.89 | 539.64 | 539.64 | 100.00% |
Nilai Surat Utang Negara (SUN) pada posisi per tanggal 24 Februari 2009 sebesar Rp 539,64 triliun, atau meningkat sebesar 2,65% ytd dibandingkan dengan posisi per akhir Desember 2008 sebesar Rp 525,69 triliun. Penempatan terbesar per tanggal 24 Februari 2009 terdapat pada sektor perbankan yang mencapai Rp 271,93 triliun (merupakan 50,39% dari total) yang cenderung bergerak meningkat dari awal tahun 2009 sebesar Rp 258,75 triliun. Penempatan pada non perbankan per tanggal 24 Februari 2009 mencapai Rp 239,90 triliun (merupakan 44,46% dari total), atau cenderung menunjukkan penurunan dari periode akhir Desember 2008 sebesar Rp 243,93 triliun. Porsi kepemilikan asing terhadap SUN menunjukkan tren penurunan dari akhir Desember 2008 sebesar Rp 87,61 triliun menjadi Rp 81,46 triliun (15,10% dari total) per tanggal 24 Februari 2009. Penurunan porsi asing tersebut terutama disebabkan oleh pengetatan likuiditas yang masih membayangi kondisi pasar keuangan global sebagai konsekuensi dari masih berlangsungnya penurunan aktivitas ekonomi di sejumlah negara maju. Investor asing cenderung untuk memindahkan dananya dari SUN dan membeli mata uang US Dollar karena saat ini US Dollar dianggap sebagai safe haven currency, yaitu mata uang yang paling aman untuk dipegang di tengah resesi ekonomi global yang melanda hampir seluruh dunia. Selain itu, apabila terdapat kelebihan likuiditas US Dollar akan ditempatkan pada obligasi di US mapun global bond Pemerintah RI.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, kurva tingkat imbal hasil Obligasi Pemerintah selama dua bulan pertama tahun 2009 secara umum terlihat mengalami peningkatan (dengan kata lain selama periode tersebut terdapat penurunan harga pasar Obligasi Pemerintah). Seperti telah dijelaskan sebelumnya, penurunan kinerja Obligasi Pemerintah tersebut terkait dengan penurunan kepemilikan asing di SUN. Yield Obligasi Pemerintah jangka pendek hingga menengah per tanggal 27 Februari 2009 berkisar antara 11,20% hingga 12,96%, sedangkan untuk obligasi jangka panjang memiliki tingkat yield yang antara 12,98% hingga 14,59%. Di lain pihak, Yield Obligasi Pemerintah jangka pendek hingga menengah per tanggal 31 Desember 2008 berkisar antara 11,27% hingga 11,80%, sedangkan untuk obligasi jangka panjang memiliki tingkat yield yang antara 11,83% hingga 12,22%.
Posted in Uncategorized |