Blogroll

Search

Weekend on Jan 10 - 11, 2009

January 12th, 2009 by arinamse

This weekend, ada acara Lansia alias Perkumpulan Lanjut Usia “Cinta Damai” para orang tua di Komplek-ku yang kebetulan diselenggarakan di rumahku. Acara sebulan sekali para pensiunan (mostly bapak2) meliputi pemeriksaan tekanan darah (biar sehat), nyanyi2 maupun ngobrol ngalur ngidul (about life hehehe).

Jumat malam aku pulang ke rumah, eh isi di bagian tengah rumah sudah hampir kosong karena kasur yang semula ada di depan TV sudah diangkut ke dalam kamar nyokap dan kamar kakakku. Wuihhh… berasa seperti mau ada hajatan apa gitu (hihihihihi ngarep….). Sound system sudah terpasang dan sedang dicoba menyetel tinggi rendahnya suara. Pokoke cukup heboh lah karena tamu yang akan datang sekitar 40 orang. Kursi2 sewaan sudah siap di luar rumah karena rencananya tamu2 bakal duduk di dalam rumah dan di teras. Mamaku tersayang sudah heboh mengeluarkan piring2 dan gelas. Sementara di sisi lain, Sena-ku tercinta sibuk lari ke sana kemari saking senangnya melihat rumah yang semakin luas untuk berlari-larian.

Hari Sabtu-nya, papa dan mamanya Sena harus ke dokter di Jakarta. Alhasil, akulah yg harus mengurus dan menemani Sena selama acara berlangsung. Untungnya, acara hanya akan berjalan selama 2 jam, dari jam 10 sampai jam 12 siang (paling lambat jam 1-lah). Selama 2 jam itu, aku terjebak di dalam kamar bersama Sena (hikksss… hikkksss… nasib baby sitter gratisan again). Awalnya Sena asyik main gula, dipindah ke gelas yang satu ke gelas yang lain. Pasrah deh aku melihatnya karena dia marah kalau gulanya diambil. Ya sudah, biarkan sajalah dia bermain sepuasnya meskipun berdampak pada seprai yang berantakan. Untung di kamar papaku ada tisu basah buat nge-lap seprai. Setelah bosan dengan gula2nya, dia ganti bermain yang lain. Mainan yang ada dalam keranjang, yang memang sengaja disiapkan supaya Sena sibuk, ditumpahkan ke atas kasur. Waaaaa!!!!! Daripada sumpek liat seprai yang lengket oleh gula, kuambil saja seprainya dan kubiarkan kasur tanpa seprai. Namun untungnya lagi, di pojok kamar ada seprai yang telah disetrika tapi belum sempat dimasukkan ke lemari. Jadi seprai baru itu aku pasang di atas kasur pelan2 karena mainan Sena masih berantakan tersebar di atasnya.

Sejam aku dalam kamar berdua dengan Sena, 2 ponakanku lainnya (Rainy dan Raisa) datang. Bagus deh, aku bisa membiarkan mereka bermain sambil santai namun tetap mengawasi mereka. Setelah acara Lansia selesai, akhirnya aku bisa bebas merdeka keluar dari kamar. Tapi tetap saja aku sibuk mengawasi Sena yang juga merasa bebas berlarian padahal kan banyak piring dan gelas yang belum dibereskan. Duh Senaaaaaaa, anakku… (maunya hehehe) cintaku…. Anak seusianya memang sedang sulit2nya dikasih tahu. Seng sabar…

Sena-ku memang kadang lucu, kadang ngeselin. Kalau lagi insap, dia mau saja aku cium dan peluk, tapi kalau lagi cuek, wah aku diusir pergi deh, terutama kalau sedang ada papa-nya. Mereka memang dekat sekali, sampai2 papanya ga boleh pipis, ga boleh makan, ga boleh kemana2. Duh, kalau Sena sudah panggil papanya, seperti seseorang yang memanggil kekasihnya, mesraaaaa banget. Bagus sih, karena setahuku agak jarang ya anak lelaki mau sedekat itu dengan papanya, sampai2 mamanya pun kadang dicuekin. Mama Sena hanya dicari kalau Sena mau bobo. Mungkin ini akibat papa dan mama Sena yang sempat terpisah antara Jakarta - Balikpapan selama beberapa tahun (sampai Sena berumur 2 tahun kurang).

Posted in Kehidupan |



Leave a Reply