Blogroll

Search

Weekend on 17 - 19 October 2008

October 20th, 2008 by arinamse

This weekend was so busy for me. Helping my pretty sister moving to Jungle BNR and looking for the new driver. Sebenernya rumah tsb telah dikontrak dari beberapa waktu yang lalu tapi belum sempat ditinggali karena kebetulan ibuku sakit mata (retinanya lepas, kebayang ga sihhh) dan harus dioperasi di Jakarta Eye Centre. So my sister, her husband and lovely Sena must stay in my parents’ house to take care of my sweet mom.

Pindahan dan beberes barang dalam waktu 2 hari selama aku di rumah masih juga ga cukup. Apalagi ada si kecil yang ngintil ke mana2 dan ga bisa ditinggal main sendirian. At near time, keluarga besan mau datang so the house must be clean to be lived. Ditambah lagi, kebutuhan mencari supir dan pembantu baru. Supir dan pembantu yang lama sudah resign karena alasan2 tertentu, terutama tentunya masalah ketidakcocokan.

Timbul masalah baru kan, mencari driver and servant. Ga mudah mencari orang yang jujur dan dapat dipercaya. Untuk supir, ga perlu hafal jalan tapi setidaknya bisa diandalkan. Kita bisa tidur sementara kita mempercayakan hidup kita di tangannya (supir kan kagak boleh ngantuk!!). Sementara saat ini sudah ada driver yang rumahnya dekat dengan rumahku tp kita masih ga yakin buat melepas dia pergi sendiri. Wong pernah waktu aku cuti minggu lalu, kita keluar dari Giant mau pulang lagi ke rumah. Aku sedikit lengah aja, tu supir hampir memasuki jalan yang forbidden. Walah, untung aku lihat makanya langsung aku suruh belok ke jalan yang seharusnya. Idih, parah banget ga sih, ga bisa membaca rambu2 jalan?? Pernah juga hampir menabrak orang yang menyebrang jalan, hampir keserempet mobil lain. Aduh, pokoke harus selalu diawasi lah!!!

Untuk pembantu, dibutuhkan yang jujur dan bisa memegang anak kecil. Secara ponakanku aktif, ga bisa diam dan harus selalu diawasi, khawatir jatuh. Kita sudah pesan sama saudara2 di Jawa tapi belum juga berhasil. Mau cari di Yayasan, mahal dan masih sangsi apakah dapat dipercaya atau tidak. Salah satu Yayasan yang aku tahu (info dari sahabatku) adalah Yayasan Ibu Hadi di Jl. Kartini no. 43 Depok Lama telp. 7773717, 7760979. Info terakhir dari sobatku, biaya administrasi sekarang sudah naik menjadi Rp 700 ribu plus biaya transportasi dari kampung ke Jakarta (berbeda2 sesuai dengan daerahnya, misalnya dari Jateng Rp 200 ribu). Tapi ongkos transport tersebut bisa dipotong dari gaji pertama si pembantu ini. Untuk pembantu yang masih muda dan pengalaman belum banyak gajinya sudah mencapai Rp 500 ribu sedangkan baby sitter paling murah Rp 800 ribu. Biasanya gaji tersebut belum termasuk kenaikan setiap beberapa bulan sekali, jatah cuti selama beberapa hari dalam sebulan untuk baby sitter (kalau jatah cuti tersebut tidak diambil, harus diganti dengan sejumlah uang). Wah, dipikir2 mahal amat ya.

Dulu aku memang pernah mengambil mbak dari Yayasan Bu Hadi itu. Jatah penukaran sebanyak 3 kali, bisa dikembalikan langsung ke yayasan dan ditukar mbak lain, atau yayasan akan mengantar ke rumah kita dan tinggal diganti ongkos transportnya. Pembantu pertama namanya mbak Trinem, bekerja beberapa bulan dan akhirnya pulang dengan alasan anaknya sakit. Padahal orangnya bisa mengurus anak kecil dan cukup pintar (bahkan terlalu pintar untuk ukuran seorang servant). Diganti lagi dengan mbak Wati, orang Lampung. Itu pun akhirnya kita minta ganti karena tidak bisa mengurus anak kecil (waktu itu ponakanku masih baby banget jadi belum bisa dilepas sendiri). Yang terakhir, namanya mbak Ana. Orangnya baik dan selalu ceria. Nah, kebetulan juga teman ibuku menawarkan seorang pembantu lagi, namanya mbak Nunung. Orangnya cukup baik juga. Kedua mbak ini bertahan sampai Lebaran tapi ga kembali lagi. Alasan mbak Ana karena dia harus membantu menjaga anak kakaknya di kampung, sedang mbak Nunung beralasan tidak bisa meninggalkan anaknya di kampung (she was divorced). Setelah Lebaran, keluargaku malas mencari mbak di Yayasan lagi karena capek kalau harus menukarnya. Habis di ongkos dong, plus kudu mengajari dari awal lagi.

Nah, yang penting sekarang gimana ya? Kalau pembantu yang pulang hari untuk beres2 saja memang sudah ada, tapi yang mesti menjaga Sena nih yang masih bingung. Pembantu lama, mbak Trinem tadi, memang telpon lagi, siapa tahu masih bisa diterima bekerja di kakakku. Tapi itupun masih dalam tahap pertimbangan karena kami masih memikirkan kejujurannya. Duh, keluarga sekarang ini, pembantu dan supir aja bisa menjadi masalah besar. Apalagi untuk suami istri yang keduanya bekerja. Siap2 repot deh menjelang dan sesudah Lebaran, berjaga2 kalau si mas dan si mbak ga balik lagi hehehehehe…

Posted in Kehidupan |



Leave a Reply