My Lovely Nephew Sena Sokhyatara H.
October 13th, 2008 by arinamseIt was so amazing to see my new baby nephew borned on October 24, 2006, named Sena Sokhyatara Harahap. Sokhyatara is taken from Javanese dictionary, which means ‘yang berbahagia’, and it’s so true. I usually call him Sena or Suki (could also spell Sukiyaki in Japanese means Happy). He gives happiness to my family, included my parents. I’m so in love with him..
Libur Lebaran ini aku cuti selama seminggu sampai dengan tanggal 12 Oktober 2008. Salah satunya untuk bantu menjaga keponakanku that I really love ini. Fiuhhh… belajar menjadi orang tua memang tidak mudah, dalam hal memiliki anak. Bener deh, kalau mau punya anak memang sebaiknya siap lahir dan bathin, tidak hanya dalam hal uang namun juga mental harus benar2 kuat. Aku memperhatikan kakakku (alias mamanya Sena) bangun malam2 untuk menyusui, kadang Sena menangis tanpa tahu sebabnya (kemungkinan sih mimpi buruk), diajak main seharian (sepertinya buat anak kecil ga ada capek2nya, padahal kita sebagai orang dewasa udah tepar abis!).
Anyway, selama libur Lebaran ini aku menemani Sena bermain meskipun kadang2 dia ga mau main denganku. Huh, anak kecil tuh senang sekali bilang ‘ga mau’ padahl aku belum ngapai2in dia. Tapi kalau aku menghilang dari pandangannya, dia mencari-cari sosokku, hahaha, lucu!! Memandangnya jika sedang tidur, memperhatikan perkembangannya dari hari ke hari, sungguh menyenangkan, so incredible!! Kadang aku berpikir, Allah Maha Besar, dari yang semula tidak ada menjadi ada, yang semula masih berupa janin dalam kandungan menjadi bayi yang semakin lama semakin tumbuh besar dan cerdas. Memang harus berhati-hati jika kita bicara di depan anak kecil karena anak kecil adalah pengingat nomor satu. Apapun akan diingatnya termasuk semua tingkah laku orang-orang di sekelilingnya, gaya bicara dan kata-kata kita.
Untuk mengajaknya mengenal alam (FYI Sena tidak pernah diijinkan menonton televisi hingga usianya yang hampir 2 tahun), keluargaku (tepatnya kakakku, suaminya dan aku as a pemeran pengganti baby sitter) jalan-jalan, antara lain ke Kampung 99 di Sawangan Depok (seberang Mesjid Kubah Emas, masuk ke dalam gang kecil yang hanya muat 1 mobil, so harus berhati2), ke Kebun Raya, beli kelinci, main bola. Bagi yang belum pernah ke Kampung 99, boleh tuh dicoba. Di situ ada 10 kepala keluarga yang tinggal di rumah berbahan dasar kayu, dengan binatang peliharaan antara lain kambing, sapi, domba, kuda, rusa. Kita bisa memberi makan rusa dengan hanya membayar makanan rusanya saja. Ada juga kegiatan bersampan tapi kebetulan aku belum mencobanya karena saat itu keburu siang dan panasnya terlalu terik. Lapangan rumput yang luas bisa dipakai untuk main sepak bola serta ada penyewaan sepeda. Restorannya pun tidak menggunakan MSG dengan bahan makanan berasal dari kebun sendiri. Rumah kayunya bisa disewakan sekitar 1,5 juta semalam, cocok untuk acara kumpul keluarga. Sayangnya, waktu kami kesana masih dalam rangka libur Lebaran sehingga pelayan restorannya hanya beberapa orang, sedangkan pesanan makanannya cukup banyak. Mereka agak keteteran mempersiapkan makanan karena makanannya langsung dimasak saat itu juga dan lebih fresh (bukan makanan yang dihangatkan), hal ini tentunya semakin memperlama waktu penyajian makanan.
Yah begitulah, sebagai tante cantik (ceileeeee) I REALLY LOVE MY LITTLE NEPHEW, SENA (SUKI). He’s the love of my life, other than ALLAH, of course. I hope he will grow as a good man yang jujur, normal, cerdas, berbakti kepada orang tua, agama dan negara. Kok kayak gue yang jadi emaknya ya, hehehe.
Posted in Kehidupan |