Blogroll

Search

Weekend on October 24 - 26, 2008

October 27th, 2008 by arinamse

Weekend yang ini diisi dengan rapat konsinyiring kantor di hotel Novotel Bogor dari tanggal 23 - 25 Oktober 2008, temanya pemilihan perusahaan asuransi untuk kantorku. Kamis, 23 Okt 2008 berangkat dari kantor jam 7.30 pagi. Acara terus berlanjut dengan presentasi dari 3 perusahaan asuransi. Karena wakil dari Divisiku hanya dirikyu sendiri (bos lagi training), jadi aku harus fokus mendengarkan isi presentasi terutama terkait dengan masalah investasi. Jangan sampai masalah dengan perusahaan asuransi yang lama terulang. itu tuh perusahaan yang induknya terangkut subprime mortgage di US (inisial A..). Di Singapore, perusahaan A.. sempat diredeem kliennya. Untuk kantorku sendiri terpaksa memutuskan pengalihan karena mereka ga becus dalam mengelola dana klien, juga tidak transparan. Rapat terus berlanjut sampai jam 6 sore.

Besoknya, Jumat tgl 24 Oktober 2008 (it’s Pak Dodo’s Birthday!!! And also My Lovely Sena’s Birthday!!! Hip hip hurayyyy!!!) rapat lagi dengan mendengarkan presentasi dari 4 perusahaan asuransi hingga jam 6 sore. Mulai jam 8 hingga jam 12 malam pembahasan pemilihan. Duh, sampai malam banget. Mana ruangannya dingin banget AC-nya (padahal diam2 sudah aku besarkan AC-nya hihihihi, tetap aja dinginnya menusuk kulitku yang diselimuti jaket). Mungkin karena aku minum kopi (niatnya sih supaya ga ngantuk) dan makanan yang agak pedas, menyebabkan perutku terasa mulas dan pengen menci2.

Sabtu tgl 25 Oktober 2008 semakin menjadi2 mulesnya. Aku curiga sakit perut itu menjalar ke sakit magh-ku. Untungnya Sabtu itu Rapat sudah selesai dan aku bisa langsung pulang. DI rumah, aku cuma bisa tidur sambil menahan rasa sakit. Payah deh. Aku hanya minum Obat Entrostop yang tidak bisa men-stop menci-menciku. Hari Minggunya pun masih sakit. Kupikir, rasanya ga mungkin aku ijin sakit Senin ini karena Kamis dan Jumat sudah meninggalkan kantor (yang berarti meninggalkan pending kerjaan rutin) dan terbayang-bayang beberapa tanggung jawab kerjaan yang harus segera diselesaikan. Hiksss… Hikssss…

Bener aja, Senin di kantor sudah dimulai dengan tugas dari Ibu Direktur yang terhormat (hehehe). Tapi sebelum mulai kerja, akhirnya aku menyerah dan minta obat ke dokter. Biasanya aku ga suka minum obat karena sepertinya ada bahan2 kimia yang masuk ke dalam tubuh, kalau bisa sih diminimalisir. Sampai sekarang, perutku masih agak sakit dan mules. Jadi bikin kerjaannya juga santai2 aja deh, hahahahahaha!!!

Posted in Kehidupan | No Comments »

Weekend on 17 - 19 October 2008

October 20th, 2008 by arinamse

This weekend was so busy for me. Helping my pretty sister moving to Jungle BNR and looking for the new driver. Sebenernya rumah tsb telah dikontrak dari beberapa waktu yang lalu tapi belum sempat ditinggali karena kebetulan ibuku sakit mata (retinanya lepas, kebayang ga sihhh) dan harus dioperasi di Jakarta Eye Centre. So my sister, her husband and lovely Sena must stay in my parents’ house to take care of my sweet mom.

Pindahan dan beberes barang dalam waktu 2 hari selama aku di rumah masih juga ga cukup. Apalagi ada si kecil yang ngintil ke mana2 dan ga bisa ditinggal main sendirian. At near time, keluarga besan mau datang so the house must be clean to be lived. Ditambah lagi, kebutuhan mencari supir dan pembantu baru. Supir dan pembantu yang lama sudah resign karena alasan2 tertentu, terutama tentunya masalah ketidakcocokan.

Timbul masalah baru kan, mencari driver and servant. Ga mudah mencari orang yang jujur dan dapat dipercaya. Untuk supir, ga perlu hafal jalan tapi setidaknya bisa diandalkan. Kita bisa tidur sementara kita mempercayakan hidup kita di tangannya (supir kan kagak boleh ngantuk!!). Sementara saat ini sudah ada driver yang rumahnya dekat dengan rumahku tp kita masih ga yakin buat melepas dia pergi sendiri. Wong pernah waktu aku cuti minggu lalu, kita keluar dari Giant mau pulang lagi ke rumah. Aku sedikit lengah aja, tu supir hampir memasuki jalan yang forbidden. Walah, untung aku lihat makanya langsung aku suruh belok ke jalan yang seharusnya. Idih, parah banget ga sih, ga bisa membaca rambu2 jalan?? Pernah juga hampir menabrak orang yang menyebrang jalan, hampir keserempet mobil lain. Aduh, pokoke harus selalu diawasi lah!!!

Untuk pembantu, dibutuhkan yang jujur dan bisa memegang anak kecil. Secara ponakanku aktif, ga bisa diam dan harus selalu diawasi, khawatir jatuh. Kita sudah pesan sama saudara2 di Jawa tapi belum juga berhasil. Mau cari di Yayasan, mahal dan masih sangsi apakah dapat dipercaya atau tidak. Salah satu Yayasan yang aku tahu (info dari sahabatku) adalah Yayasan Ibu Hadi di Jl. Kartini no. 43 Depok Lama telp. 7773717, 7760979. Info terakhir dari sobatku, biaya administrasi sekarang sudah naik menjadi Rp 700 ribu plus biaya transportasi dari kampung ke Jakarta (berbeda2 sesuai dengan daerahnya, misalnya dari Jateng Rp 200 ribu). Tapi ongkos transport tersebut bisa dipotong dari gaji pertama si pembantu ini. Untuk pembantu yang masih muda dan pengalaman belum banyak gajinya sudah mencapai Rp 500 ribu sedangkan baby sitter paling murah Rp 800 ribu. Biasanya gaji tersebut belum termasuk kenaikan setiap beberapa bulan sekali, jatah cuti selama beberapa hari dalam sebulan untuk baby sitter (kalau jatah cuti tersebut tidak diambil, harus diganti dengan sejumlah uang). Wah, dipikir2 mahal amat ya.

Dulu aku memang pernah mengambil mbak dari Yayasan Bu Hadi itu. Jatah penukaran sebanyak 3 kali, bisa dikembalikan langsung ke yayasan dan ditukar mbak lain, atau yayasan akan mengantar ke rumah kita dan tinggal diganti ongkos transportnya. Pembantu pertama namanya mbak Trinem, bekerja beberapa bulan dan akhirnya pulang dengan alasan anaknya sakit. Padahal orangnya bisa mengurus anak kecil dan cukup pintar (bahkan terlalu pintar untuk ukuran seorang servant). Diganti lagi dengan mbak Wati, orang Lampung. Itu pun akhirnya kita minta ganti karena tidak bisa mengurus anak kecil (waktu itu ponakanku masih baby banget jadi belum bisa dilepas sendiri). Yang terakhir, namanya mbak Ana. Orangnya baik dan selalu ceria. Nah, kebetulan juga teman ibuku menawarkan seorang pembantu lagi, namanya mbak Nunung. Orangnya cukup baik juga. Kedua mbak ini bertahan sampai Lebaran tapi ga kembali lagi. Alasan mbak Ana karena dia harus membantu menjaga anak kakaknya di kampung, sedang mbak Nunung beralasan tidak bisa meninggalkan anaknya di kampung (she was divorced). Setelah Lebaran, keluargaku malas mencari mbak di Yayasan lagi karena capek kalau harus menukarnya. Habis di ongkos dong, plus kudu mengajari dari awal lagi.

Nah, yang penting sekarang gimana ya? Kalau pembantu yang pulang hari untuk beres2 saja memang sudah ada, tapi yang mesti menjaga Sena nih yang masih bingung. Pembantu lama, mbak Trinem tadi, memang telpon lagi, siapa tahu masih bisa diterima bekerja di kakakku. Tapi itupun masih dalam tahap pertimbangan karena kami masih memikirkan kejujurannya. Duh, keluarga sekarang ini, pembantu dan supir aja bisa menjadi masalah besar. Apalagi untuk suami istri yang keduanya bekerja. Siap2 repot deh menjelang dan sesudah Lebaran, berjaga2 kalau si mas dan si mbak ga balik lagi hehehehehe…

Posted in Kehidupan | No Comments »

My Lovely Nephew Sena Sokhyatara H.

October 13th, 2008 by arinamse

It was so amazing to see my new baby nephew borned on October 24, 2006, named Sena Sokhyatara Harahap. Sokhyatara is taken from Javanese dictionary, which means ‘yang berbahagia’, and it’s so true. I usually call him Sena or Suki (could also spell Sukiyaki in Japanese means Happy). He gives happiness to my family, included my parents. I’m so in love with him..

Libur Lebaran ini aku cuti selama seminggu sampai dengan tanggal 12 Oktober 2008. Salah satunya untuk bantu menjaga keponakanku that I really love ini. Fiuhhh… belajar menjadi orang tua memang tidak mudah, dalam hal memiliki anak. Bener deh, kalau mau punya anak memang sebaiknya siap lahir dan bathin, tidak hanya dalam hal uang namun juga mental harus benar2 kuat. Aku memperhatikan kakakku (alias mamanya Sena) bangun malam2 untuk menyusui, kadang Sena menangis tanpa tahu sebabnya (kemungkinan sih mimpi buruk), diajak main seharian (sepertinya buat anak kecil ga ada capek2nya, padahal kita sebagai orang dewasa udah tepar abis!).

Anyway, selama libur Lebaran ini aku menemani Sena bermain meskipun kadang2 dia ga mau main denganku. Huh, anak kecil tuh senang sekali bilang ‘ga mau’ padahl aku belum ngapai2in dia. Tapi kalau aku menghilang dari pandangannya, dia mencari-cari sosokku, hahaha, lucu!! Memandangnya jika sedang tidur, memperhatikan perkembangannya dari hari ke hari, sungguh menyenangkan, so incredible!! Kadang aku berpikir, Allah Maha Besar, dari yang semula tidak ada menjadi ada, yang semula masih berupa janin dalam kandungan menjadi bayi yang semakin lama semakin tumbuh besar dan cerdas. Memang harus berhati-hati jika kita bicara di depan anak kecil karena anak kecil adalah pengingat nomor satu. Apapun akan diingatnya termasuk semua tingkah laku orang-orang di sekelilingnya, gaya bicara dan kata-kata kita.

Untuk mengajaknya mengenal alam (FYI Sena tidak pernah diijinkan menonton televisi hingga usianya yang hampir 2 tahun), keluargaku (tepatnya kakakku, suaminya dan aku as a pemeran pengganti baby sitter) jalan-jalan, antara lain ke Kampung 99 di Sawangan Depok (seberang Mesjid Kubah Emas, masuk ke dalam gang kecil yang hanya muat 1 mobil, so harus berhati2), ke Kebun Raya, beli kelinci, main bola. Bagi yang belum pernah ke Kampung 99, boleh tuh dicoba. Di situ ada 10 kepala keluarga yang tinggal di rumah berbahan dasar kayu, dengan binatang peliharaan antara lain kambing, sapi, domba, kuda, rusa. Kita bisa memberi makan rusa dengan hanya membayar makanan rusanya saja. Ada juga kegiatan bersampan tapi kebetulan aku belum mencobanya karena saat itu keburu siang dan panasnya terlalu terik. Lapangan rumput yang luas bisa dipakai untuk main sepak bola serta ada penyewaan sepeda. Restorannya pun tidak menggunakan MSG dengan bahan makanan berasal dari kebun sendiri. Rumah kayunya bisa disewakan sekitar 1,5 juta semalam, cocok untuk acara kumpul keluarga. Sayangnya, waktu kami kesana masih dalam rangka libur Lebaran sehingga pelayan restorannya hanya beberapa orang, sedangkan pesanan makanannya cukup banyak. Mereka agak keteteran mempersiapkan makanan karena makanannya langsung dimasak saat itu juga dan lebih fresh (bukan makanan yang dihangatkan), hal ini tentunya semakin memperlama waktu penyajian makanan.

Yah begitulah, sebagai tante cantik (ceileeeee) I REALLY LOVE MY LITTLE NEPHEW, SENA (SUKI). He’s the love of my life, other than ALLAH, of course. I hope he will grow as a good man yang jujur, normal, cerdas, berbakti kepada orang tua, agama dan negara. Kok kayak gue yang jadi emaknya ya, hehehe.

Posted in Kehidupan | No Comments »

Selamat Idul Fitri 1429 H

October 1st, 2008 by arinamse

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga kita di penghujung bulan Ramadhan dan merayakan kemenangan di Hari nan Fitri ini, setelah selama 30 hari kita menahan rasa lapar, haus, amarah, iri, dan dengki. Dengan segala kerendahan hati, mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya. Semoga seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadhan menjadi berkah yang terbaik, diterima Allah SWT dan kita menjadi manusia yang baru seperti bayi yang baru lahir, kembali ke titik awal.

Tak terasa pula kegiatanku untuk tarawih keliling (tarling) harus usai. Berbuka puasa dan melakukan shalat tarawih di beberapa mesjid (seperti yang pernah kuceritakan sebelumnya) terasa menyenangkan sekaligus melelahkan karena kami menempuh jarak yang cukup lumayan (belum lagi kemacetan yang semakin menggila terutama di minggu terakhir kita ngantor) dan kegiatan yang selesai hingga jam 10 malam. Untuk itu, di beberapa hari terakhir saat kami masih berada di Jakarta (alias belum mudik), kami memilih bertarawih di Mesjid Al-Bina Senayan pada tgl 22 dan 24 September 2008. Soale shalat di mesjid ini tepat waktu, misalnya shalat Maghrib berjamaah tidak lama setelah adzan berkumandang, begitu pula dengan shalat Isya berjamaah. FYI, di beberapa mesjid lainnya terkadang shalat Isya baru dimulai pukul 19.30, mungkin menunggu jamaah hingga siap berkumpul. Kemudian, di Mesjid Al-Bina Senayan tersebut ceramah diberikan dengan waktu yang singkat sekitar 15 menitan, untuk dilanjutkan dengan Shalat Tarawih sejumlah 2-2-2-2-3 rakaat dengan doa yang tidak terlalu panjang. Menurut pengurus mesjid, yang terpenting dari shalat adalah kekhusyukannya. Jika doa yang dilafalkan terlalu panjang, dikhawatirkan tidak semua orang dapat mengikutinya, misalnya bagi orang2 yang sudah tua yang tidak kuat berdiri lama.

Malam Lailatul Qadar dipercaya akan terjadi pada malam2 ganjil di 10 hari terakhir. Aku sangat berharap dapat memperoleh malam tersebut. Kebetulan 4 hari menjelang Lebaran aku ‘berhalangan’ sehingga tidak bisa melakukan shalat. Sedihnya, padahal aku sangat ingin mengoptimalkan amalan di hari2 terakhir menjelang Lebaran. Namun aku percaya, semua yang terjadi dalam hidup pasti ada hikmahnya. Apapun, semoga kita selalu mendapat yang terbaik apabila kita sudah berusaha yang terbaik pula.

Posted in Kehidupan | 1 Comment »