Tarling Dimulai Lagi
September 10th, 2008 by arinamseMinggu ini, kegiatan tarling alias tarawih keliling sudah kami mulai kembali. Senin (8 September 2008) lalu aku shalat maghrib dan tarawih di Mesjid Al-Hakim Menteng. Rencana semula kita mau mencoba mesjid di dekat kos yang bekum pernah kita kunjungi, yaitu Mesjid di dekat Menara DEA - Mega Kuningan. Tapi karena lokasinya nanggung, ga terlalu jauh juga tidak terlalu dekat, sehingga kita khawatir kalau pulangnya tidak ada taksi yang lewat situ, kami putuskan untuk menuju mesjid Al-Hakim (aku dan temanku, Hani). Sekalian rencananya seusai tarawih, kami bisa langsung menyebrang ke Keris Gallery Mall untuk meninjau acara diskonan di sana hehehe.
Di Mesjid Al-Hakim sudah tersedia jadwal penceramah selama bulan Ramadhan dan ada beberapa pembicara yang membuat kami tertarik untuk kembali tarawih di mesjid tersebut pada hari Kamis ini (pembicara Hj. Irena Handono) dan tgl 27 September 2008 mendatang (pembicara Ust. Omar Shihab ya kalau ga salah). Mesjid Al-Hakim menyediakan tajil kue untuk buka puasa. Jadi sehabis kita membatalkan puasa dengan makan kue, kemudian kita langsung shalat Maghrib berjamaah. Untuk makan malam ada penjual makanan yang cukup banyak di sebrang mesjid, ada soto ayam, sate ayam, tahu gejrot, nasi goreng gila, banyak lah macamnya. jadi ga susah cari makan malamnya. Setelah makan, barulah kita shalat Isya berjamaah, mendengarkan ceramah dan shalat Tarawih (11 rakaat terdiri dari 2 kali 4 rakaat dan shalat witir 3 rakaat langsung).
Ustadznya kalau ga salah bernama Ust. Abu Lauly ya? (I forget the spelling). Tema hari itu adalah ttg Dzikrul Maut. Aku cukup tercengang mendengarkan pengalaman pribadi Ustadz yang mengalami sakit tekanan darah ’sangat’ tinggi hingga pernah mengalami koma dan harus cuci darah. Pesan yang kuingat dari Pak Ustadz adalah bahwa Allah memberikan cobaan sesuai dengan kemampuan kita. Kalau misalnya, Allah mengetahui bahwa kita tidak akan mampu melewati cobaan kemiskinan makan Allah memberi kita cobaan lain di sisi kehidupan yang lain. Kita pun harus siap menghadapi maut, justru orang yang beriman adalah orang yang siap menghadap Sang pencipta, bukannya takut menghadapi kematian (seperti diriku saat ini yang belum merasa siap, ya Allah ampunilah dosa-dosaku…).
Selanjutnya, hari Selasa (9 September 2008) aku, Hani dan Ndung bertarawih di Mesjid Bank Indonesia, mesjid dengan kubah yang tinggi di tengah2nya dan berukir. Di Mesjid BI tersebut, panitia mesjid sudah menyiapkan bukaan puasa berupa nasi dan lauknya, jadi kita tidak perlu repot2 mencari makanan di luar. Di mesjid tersebut banyak ibu2 yang membawa anak kecil, jadi cukup ribut mendengar anak2 kecil bermain dan berlarian.
Aku lupa nama ustadznya dan sayangnya menurutku pengeras suara di mesjid agak bergema jadi aku tidak terlalu menangkap inti ceramah (bukan karena aku ngantuk lho hehehehe). Shalat Tarawih sebanyak 11 rakaat terdiri dari 4 kali 2 rakaat dan shalat witir sebanyak 3 rakaat langsung. Tapi sebaiknya berhati-hati di mesjid BI ini karena banyak anak2 kecil peminta2. Sekali kita memberi sedekah pada 1 anak maka anak2 kecil lainnya langsung datang mengerubuti kita. Soalnya, pas kami mau pulang dan beli es krim Campina di depan mesjid, anak2 kecil itu mengelilingi kami sambil minta dibelikan es krim. Terpaksa deh aku cuekin karena takutnya kalau aku kasih buat 1 anak, yang lain juga ingin minta. Ribet deh jadinya hehe.
Hari Rabu (10 September 2008) aku, Hani dan Ndung bertarawih di Mesjid Al-Azhar. Mesjid ini menyediakan buka puasa tajil dengan cukup teratur di lantai bawah. Begitu kita datang, panitia sudah menyiapkan makanan kotak dan minuman yang diatur rapi berjejeran. Sambil menunggu bedug Maghrib, penceramah memberikan kultum. Nah, setelah shalat Maghrib, kami makan malam di luar mesjid. Ada pilihan makanan soto ayam, gule daging, sate, baso, siomay, es blewah, es kelapa, es buah dll.
Nama ustadz penceramah Ust. Arya (kalau ga salah hehe). Beliau mengingatkan bahwa apabila kita meninggal tidak dalam keadaan Islam maka amal kebaikan kita akan dihapus (hiiii ngeri amat). Shalat Tarawih sebanyak 11 rakaat terdiri atas 4 kali 2 rakaat dan shalat witir sebanyak 3 rakaat langsung. Yang aku rasakan di situ, awalnya hawanya cukup panas meskipun ada beberapa kipas angin di atap dan mesin AC di bagian belakang. Namun lama kelamaan berasa dingin juga sih hehehe. Tapi bagusnya, panitia sudah menyiapkan serangkaian kegiatan selama bulan Ramadhan seperti terlihat di spanduk yang terpasang di halaman mesjid. Sepertinya mesjid Al-Azhar terbuka 24 jam karena setelah Tarawih ada tadarusan Al-Qur’an, ada kuliah subuh, saat dzuhur dan ashar juga ada kegiatan. Kemarin malam ada pameran buku di halaman mesjidnya. Yang pasti, tanggal 17 September 2008 akan ada Bazaar Ramadhan. Ya, buat Ibu-Ibu yang mau shopping bisa mampir dulu deh ke sana hihihihi.
Posted in Hikmah Islami |