Blogroll

Search

Kewajiban Berpuasa

September 6th, 2008 by arinamse

Salah satu ayat di Al-Qur’an yang mewajibkan umat muslim untuk menjalankan ibadah puasa adalah Surat Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Tentunya Allah memiliki alasan tersendiri mengapa Ia mewajibkan puasa bagi umat Islam. Bagi orang yang tidak pernah menjalankan puasa, mungkin berpikir bahwa berpuasa itu berat karena kita harus menahan lapar dan haus selama 14 jam. Apalagi kalau di luar negeri, waktu yang harus dijalani bisa lebih lama lagi (tergantung musimnya). Belum lagi kita juga harus lebih sabar. Seseorang yang tidak makan dan minum menjadi lebih sensitif kalau ada sedikit saja hal yang membuat hatinya kesal. Misalnya, aku saja deh. Kalau sedang puasa, hal yang sepele banget kadang bisa membuat hati menjadi ingin marah. Padahal kalau tidak sedang berpuasa, bisa jadi bahan bercandaan saja. Contohnya, ada teman yang bercanda agak kelewatan. Kalau hati jadi sensitif kan berpikirnya malah jadi aneh-aneh, dipikirnya dia sedang menyindir kita padahal maksudnya hanya bercanda saja.

Mungkin itulah cobaan orang yang sedang berpuasa dan apabila kita sanggup melewatinya, sanggup menahan diri, sanggup bersabar, sanggup berpikir positif maka Insya Allah tingkat ketakwaan kita akan semakin bertambah.

Mengutip Kultum Quraish Shihab di RCTI pada suatu sore beberapa hari yang lalu, pada bulan Ramadhan Allah akan memberikan berkah-Nya bahkan untuk sesuatu yang tidak kita minta. Dengan kata lain, Allah memberkahi kita atas sesuatu yang kita minta, juga atas apa yang tidak kita minta.

Surat Al-Baqarah ayat 185 juga menegaskan bahwa:

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur”.

Dalam ayat diatas, terlihat bahwa sesungguhnya Allah menginginkan kemudahan bagi umat-Nya, termasuk dalam menjalankan ibadah puasa. Jika seseorang berada dalam perjalanan atau sedang sakit, diperbolehkan untuk tidak berpuasa pada hari itu, namun Allah menginginkan kita untuk menggantinya di hari yang lain.

Tidak ada ruginya bagi kita untuk memberikan satu bulan dari satu tahun yang ada untuk lebih meningkatkan ibadah dan ketakwaan kita. Toh pada bulan-bulan lainnya kita sudah cukup banyak bekerja keras mencari nafkah dan mungkin beberapa dari kita telah melupakan ibadah kepada Allah. Dari uraian ustadzah di kantorku Jumat (5 September 2008) lalu, dikatakan bahwa melakukan shalat wajib di bulan Ramadhan memberikan pahala 70 kali lipat (semoga aku tidak salah dengar ya). Untuk shalat sunnah dan shalat berjamaah juga diberikan pahala yang berlipat-lipat (maap ya, aku lupa tepatnya berapa kali lipat hehe). Apalagi jika kita melakukannya dengan Ikhlas dan berniat Hanya Untuk Allah, karena Allah yang berkuasa di dunia dan akhirat, penguasa langit dan bumi, dan apa yang ada diantara keduanya.

Posted in Hikmah Islami |



Leave a Reply