Blogroll

Search

Pasar Utang Periode Januari - Juni 2008

August 6th, 2008 by arinamse

Nilai nominal Obligasi Negara berdenominasi Rupiah (70 seri) yang tercatat dan dapat diperdagangkan melalui Bursa Efek Indonesia sampai dengan tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp 520,23 triliun, dengan rincian Seri Fixed Rate sebesar Rp 298,27 triliun, Seri Variable Rate sebesar Rp 165,62 triliun, Zero Coupon sebesar Rp 19,02 triliun, Obligasi Retail sebesar Rp 32,07 triliun dan Surat Perbendaharaan Negara sebesar Rp 5,25 triliun. Volume transaksi Obligasi Negara yang dilaporkan melalui sistem OTC-FIS (Over the Counter Fixed Income Trading System) dan PLTO (Penerima Laporan Transaksi Obligasi) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 511,10 triliun selama periode Januari hingga Juni tahun 2008. Nilai transaksi tersebut mengalami penurunan sebesar 17,99% dibandingkan dengan transaksi SUN selama periode yang sama tahun 2007 sebesar Rp 623,23 triliun. Rata-rata transaksi Obligasi Negara per hari selama Semester I tahun 2008 sebesar Rp 4.189,34 miliar (122 hari), sedangkan selama periode yang sama tahun 2007 sebesar Rp 5.026,03 miliar (124 hari).

Di lain pihak, nilai nominal Obligasi Korporasi yang tercatat dan dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia per 30 Juni 2008 dalam denominasi Rupiah sebesar Rp 82,53 triliun. Volume transaksi Obligasi Korporasi berdenominasi Rupiah yang dilaporkan melalui sistem OTC-FIS (Over the Counter Fixed Income Trading System) dan PLTO (Penerima Laporan Transaksi Obligasi) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 30,18 triliun selama periode Januari hingga Juni 2008. Nilai transaksi tersebut mengalami penurunan sebesar 11,60% dibandingkan dengan transaksi SUN selama periode yang sama tahun 2007 sebesar Rp 34,14 triliun. Rata-rata transaksi Obligasi Korporasi berdenominasi Rupiah per hari selama Semester I tahun 2008 sebesar Rp 247,34 miliar (122 hari), sedangkan selama periode yang sama tahun 2007 sebesar Rp 275,30 miliar (124 hari).

Nilai Surat Utang Negara (SUN) pada posisi per akhir Juni 2008 sebesar Rp 520,23 triliun, atau meningkat sebesar 8,89% ytd dibandingkan dengan posisi per akhir Desember 2007 sebesar Rp 477,75 triliun. Penempatan terbesar per akhir Juni 2008 terdapat pada sektor perbankan yang mencapai Rp 272,18 triliun (merupakan 52,32% dari total) yang cenderung bergerak meningkat selama Semester I tahun 2008, dimana Bank BUMN Rekap melakukan penempatan dana sebesar Rp 153,69 triliun (29,54%), diikuti oleh Bank Swasta Rekap sebesar Rp 73,00 triliun (14,03%). Penempatan pada non perbankan per 30 Juni 2008 mencapai Rp 232,01 triliun (merupakan 44,60% dari total), atau cenderung menunjukkan peningkatan dari periode akhir Desember 2007 sebesar Rp 194,24 triliun. Investor asing memegang SUN sebesar Rp 94,10 triliun (18,09%) per akhir Juni 2008, yang menunjukkan tren peningkatan dari akhir bulan Desember 2007 sebesar Rp 78,16 triliun. Peningkatan penempatan dana oleh investor asing selama Semester I tahun 2008 terkait dengan memburuknya perekonomian global, yang terefleksi oleh tingginya tingkat inflasi akibat meningkatnya harga minyak bumi dan komoditas dunia lainnya, serta memburuknya kinerja pasar saham global maupun Indonesia. Untuk itu, banyak investor asing yang mencari pasar modal serta jenis instrumen (selain saham) yang masih dapat memberikan tingkat imbal hasil yang optimal dengan tingkat risiko yang terjaga, salah satunya instrumen pendapatan tetap, yaitu SUN yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia.

Posted in Pasar Utang |



Leave a Reply