Cerita ttg Nabi (Part 1)
August 11th, 2008 by arinamseSaat ini aku sedang membaca buku berjudul ”Umur & Silsilah Para Nabi” oleh Jihad Muhammad Hajjaj (edisi Maret 2008, yang diterjemahkan), yang aku beli Jumat tgl 8 Agustus 2008 (080808, wow!!). Pada intinya buku ini menceritakan tentang perkiraan umur para Nabi (puluhan bahkan ratusan tahun) serta silsilah keturunan mereka. Menjadi Nabi dan Rasul Allah swt bukan hal yang mudah karena banyak cobaan berat yang harus mereka hadapi dalam upaya mengajak kaumnya untuk kembali menyembah hanya Allah swt. Sedangkan cobaan yang menimpa kita saat ini, tidak seberapa dibandingkan dengan yang dirasakan oleh Nabi dan Rasul Allah swt. Oleh sebab itu, banyak-banyaklah bersyukur atas karunia dan rahmat-Nya selama ini. Di bawah ini, aku akan membuat ringkasan singkat mengenai hal-hal yang menurutku cukup bagus dan dapat menambah pengetahuan maupun keimanan kita. Sisanya, silahkan dibaca sendiri di buku tersebut.
§ Nabi Adam a.s.
”Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk” (QS. Al-Hijr : 26).
Nasab (silsilah keturunan) seluruh manusia di bumi ini kembali kepada Adam, sedang nasab Adam kembali kepada bumi (tanah). Allah memuliakan Nabi Adam. a.s. dengan empat kemuliaan, yaitu:
Ø Bahwa Allah telah menciptakan Adam dengan tangan-Nya yang mulia
Ø Bahwa Allah telah meniupkan ruh kepadanya
Ø Bahwa Allah telah memerintahkan para malaikat bersujud kepada Adam
Ø Bahwa Allah telah mengajari Adam nama-nama segala sesuatu.
Abdullah ibn Abbas dan Abu Hurairah menyebutkan bahwa umur Adam a.s. telah ditulis di Lauh al-Mahfuzh sebanyak seribu tahun lamanya. Adam wafat pada hari Jumat, dan istrinya, yaitu Hawa, wafat setahun kemudian.
§ Nabi Idris a.s.
”Dan ceritakanlah (hai Muhammad) kepada mereka kisah Idris (yang tersebut) di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (QS. Maryam : 56-57).
Nabi Idris adalah Khanukh ibn Yarid ibn Mihlaiel ib Qinan ibn Anusy ibn Syith ibn Adam a.s. Umur Nabi Idris adalah 865 tahun.
§ Nabi Nuh a.s.
”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim. Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang banhtera itu dan kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia” (QS. Al-’Ankabut : 14-15).
Silsilah Nabi Nuh a.s. adalah Nuh ibn Lamik ibn Mattusyalakh ibn Khanukh (Idris) ibn Yarid ibn Mihlaiel ibn Qinan ibn Anusy ibn Syith ibn Adam. Kaum Nabi Nuh juga dikenal dengan sebutan Bani Rasib. Masa kerasulannya adalah 950 tahun.
§ Nabi Hud a.s.
”Dan kepada kaum Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Ia berkata, ’Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia’.” (QS. Hud : 50).
Silsilahnya adalah Hud ibn Syalikh ibn Arfakhsyad ibn Sam ibn Nuh a.s. Ia berasal dari sebuah kabilah yang bernama suku Ad ibn Aush ibn Sam ibn Nuh.
”Adapun kaum Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus-menerus. Maka kamu lihat kaum Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorang pun yang tinggal di antara mereka” (QS. Al-Haqqah : 6-8).
§ Nabi Shalih a.s.
”Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shalih. Ia berkata. ’Hai kaumku, sembahlah Allah sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu’.” (QS. Al-A’raf : 73).
Silsilahnya adalah Shalih ibn Ubaid ibn Masih ibn Ubaid ibn Hajar ibn Tsamud ibn Atsir ibn Iram ibn Nuh. Allah swt mengutusnya kepada kaum Tsamud; sebuah kaum yang tinggal di daerah bebatuan yang terletak antara negeri Hijaz dan Tabuk. Pembangkangan kaum Tsamud terhadap Allah swt tidak hanya sebatas dengan mendustakan Nabi Shalih dan menyembelih unta betina saja, tetapi mereka juga menuduh Shalih sebagai seorang tukang sihir.
”Dan adapun kaum Tsamud maka mereka telah kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk. Maka mereka disambar petir, azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. Dan kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa” (QS. Fushshilat : 17-18).
Posted in Hikmah Islami |