Blogroll

Search

Ngantor Lagi

July 16th, 2009 by arinamse

Cuti 2 minggu berasa cepeeeetttttsssss buangetsssss. Hiks.. Hiks.. Sudah harus kembali ke kantor, menghadapi kerjaan yang bertumpuk, mulai lembur lagi (kali ini hingga akhir Juli 2009). Waduuhhhh…. padahal selama cuti, tidak sedikit pun terbersit dalam pikiran untuk memikirkan pekerjaan kantor. Hihihihi… Bener2 nge-blank.

Sebenernaya masiha da sisa cuti besar 7 hari nih, batasnya sampai tanggal 31 juli 2009. Tapi ga yakin bisa kuambil. Semula ingin nambah 2 hari deh minimal pas akhir Juli 2009 ini, tapi baru teringat teman yang akan menikah tanggal 31 Juli 2009. Ya sudahlah, terima saja sisa cuti yang akan hangus. Setidaknya Senin bseok tanggal 20 Juli 2009 ada libur nasional, lumayannnn…. Hehehehehe.

Posted in Kehidupan | No Comments »

Cuti 2 Minggu

June 30th, 2009 by arinamse

Hip.. Hip.. Huray.. Akhirnya aku berhasil mengajukan cuti besar selama 2 minggu, dimulai dari hari Senin ini. Karena bakal kadaluwarsa hingga 31 Juli 2009 dan  sisa cuti besarku masih 19 hari, makanya aku membulatkan diri untuk ambil cuti besar. Harus bisa nih, ga boleh kasihan ama pekerjaan karena yang namanya pekerjaan ga ada habisnya. Hehehehe. Untungnya beberapa pekerjaan besar sudah kuselesaikan. Kebetulan pula saudara sepupuku ada yang mau liburan, jadi aku ingin menyambut mereka (halah!!!). Kalau selama ini sebagian besar waktuku dihabiskan untuk mengurusi pekerjaan, sekarang gantian aku yang menghabiskan waktu untuk keluargaku (ceile).

Rencananya mau mengantar kakakku tersayang (yang minggu lalu baru aja ultah) mencari2 dokter kandungan dan rumah sakit yang SANGAT mendukung IMD (Inisiasi Menyusu Dini), ASI eksklusif dan melahirkan secara normal. Dengan pengalamannya melahirkan anak pertama secara caesar, kakakku ingin bisa melahirkan secara normal kali ini. Terkadang ada dokter yang bagus namun RS nya kurang mendukung untuk IMD, apalagi jika si ibu terpaksa melahirkan secara caesar. Padahal merujuk beberapa pengalaman di internet, meskipun caesar tetap dimungkinkan untuk melakukan IMD, bahkan si bayi tidak perlu dimandikan dulu, cukup dilap saja dan langsung ditaruh di dada sang ibu supaya bayi bisa merangkak mencari puting susu. Sedangkan dokter tetap bisa menjalankan perannya dalam menjahit perut sang ibu.

Kegiatan searching di internet jadi menu selama cuti beberapa hari ini, mencari rujukan dokter kandungan dan RS yang cukup bagus. Untuk ASI eksklusif, ada beberapa RS yang sengaja memberikan susu formula pada bayi dengan alasan kondisi ibu masih lemah, ASI sangat sedikit, padahal terkadang bayi tidak dibawa ke kamar ibunya untuk disusui. So, bagaimana sang ibu bisa menyusui anaknya kalau mereka memang tidak dipertemukan? Bagusnya sih seharusnya fasilitas RS memperbolehkan rooming-in, alias ibu dan anak dalam satu kamar. Namun terkadang hal ini hanya diijinkan untuk kamar VIP yang hanya terdiri dari 1 pasien karena dikhawatirkan jika ada pasien lain dalam kamar tersebut, tangisan bayi takut mengganggu pasen lain tersebut. Nah hal ini yang masih aku pertanyakan, apakah mungkin kelas biasa (misalnya kelas 1, dengan 2 pasien di dalamnya) diijinkan untuk rooming-in dengan sang bayi??? Aku masih harus mencari data dan informasi nih.

Posted in Kehidupan | No Comments »

Modul 4: Karunia Kiblat

May 13th, 2009 by arinamse

Pesan yang disampaikan kepada anak, bisa meninggikan atau merendahkan. Terkadang kita justru melampiaskan 99% kemarahan justru pada orang-orang yang kita cintai. Sebagian dari kita, terlalu fokus pada ‘noda’ dan sering menggunakan jalan pintas dengan berkata ‘tidak’ atau ‘jangan’.

Energi positif atau negatif akan kembali kepada kita. Jika setiap hari kita melepas energi positif maka akan kembali kepada kebahagiaan kita. Semakin kita berbuat baik, semakin kita bahagia. Begitu pula sebaliknya. Jika kita semakin sering melepas energi negatif maka tindakan anak juga akan negatif.

TARIAN (+)

  • Temukan hal positif (+): Misalnya makan sendiri, pipis sendiri, mau sikat gigi, memilih jajanan sehat, memilih baju sopan, mau bantu ibu dan ayah, menyimpan sepatu pada tempatnya, berbagi dengan adik, bekerja sama dengan kakak atau mencuci piring sendiri.
  • Akui perbuatan positif (++): Misalnya, Subhanallah, bagaimana rasanya melihat adikmu tersenyum? Terima kasih ya Allah sudah memberi kami anak yang saleh. Alhamdulillah kakak ternyata anak yang sopan ya.
  • Rayakan perbuatan positif (+++): MIsalnya lulus ujian, dapat nilai baik, menghadiahkan barang kesukaan.
  • Ingatkan perbuatan positif (++++): Misalnya, ketika tidak mau berbagi: “Ibu tahu, kamu anak yang baik, seperti kemarin kamu mau berbagi dengan kakak, bukankah Allah suka dengan orang yang berbagi?”
  • Antarkan ke depan + bukan ke belakang: Misalnya ketika menemukan kesalahan dan kekecewaan. Fokus ke depan adalah memperhatikan apa yang harus dilakukan lebih baik, bukannya mencari kesalahan.

BERMANFAAT +

  • Berikan rencana positif (+): Misalnya, apa yang ingin kamu lakukan supaya besok adikmu tersenyum? Kebaikan apa yang akan kamu lakukan besok di sekolah?
  • Manfaatkan reward daripada punishment: Misalnya, jika kamu duduk tenang dan bersabar saat mama ke bank, Insya Allah kamu boleh memilih sendiri kuemu.
  • Paku perbuatan positif: Misalnya yang tidak kita lihat. Apa hal yang paling menyenangkan di sekolah? Kebaikan apa yang kamu lakukan pada temanmu di sekolah hari ini?
  • Atur waktu untuk berbicara dan bercerita tentang kisah-kisah positif: Misalnya sepertiga dari Wahyu diturunkan dalam bentuk cerita-cerita. Surat Al-Qashash artinya cerita-cerita.

Jika kecewa pada anak atau pasangan, ungkapkan rasa kecewa tersebut.

Posted in Kehidupan | No Comments »

Modul 3: Karunia Konsistensi

April 27th, 2009 by arinamse

Anak memiliki memori yang sangat dahsyat. Jika kita ingin menyuruh anak untuk melakukan sesuatu, waktu yang paling mudah adalah pada saat anak baru bangun tidur dan ketika anak akan tidur. Bagi anak2 lebih banyak bekerja di pikiran bawah sadar, serta apa yang disaksikan akan langsung masuk dan mengendap dalam pikiran bawah sadar.

Kelakuan meniru dimulai sejak usia beberapa bulan. Umur 1 tahun kebawah, wajah kita adalah cermin bagi wajah anak, sehingga anak cenderung mengikuti apa yang dilakukan orang tuanya. Pada usia anak 2 tahun, sikap kita adalah cermin dari sikap anak. Anak mulai belajar membangkang dan berkata tidak karena ia ingin berbeda dengan orang tuanya. Ketika anak berusia 3 tahun, perilaku kita adalah cermin ‘nilai’ perilaku anak. Oleh sebab itu, masukan nilai-nilai yang sopan maupun mana yang tidak sopan. Jika orang tua lalai maka nilai-nilai itu akan dimasukkan oleh TV dan lingkungan.

Ada banyak perkataan dan tingkah laku orang tua yang dapat menyebabkan konflik pada pikiran bawah sadar anak. Setiap perkataan dan tindakan yang diulang, pikiran bawah sadar akan membenarkan tindakan dan perkataan tersebut sebagai sesuatu yang benar (fakta kebenaran / kenyataan).

  • Jangan gunakan kata-kata yang negatif, namun gunakan kata-kata yang positif.
  • Jangan pernah berbohong atau ingkar janji pada anak. Kadang kita memberi ancaman pada anak (misalnya, awas ya kalau kamu tidak mau pulang dari rumah temanmu nanti mama tinggal pergi) tapi pada kenyataannya kita tidak melakukan apapun.
  • Kalaupun kita terpaksa ‘mengancam’ anak kita, sebaiknya jangan menyakiti dan pilih yang ringan.
  • Kalau kita menyerah sekali (karena tidak konsisten) berarti kita mengajarkan anak untuk sering marah di masa mendatang.
  • Kenakalan anak hanya 10% karena anak belum terampil mengendalikan responsnya. Lebih ataupun kurang dari 10% tergantung orang tua.

Tidak termasuk konsisten jika tidak bicara sesuai kenyataan, misalnya berkata bahwa permen itu jijik, atau memukul tembok seolah2 kita memarahi tembok karena anak terbentur tembok.

Posted in Kehidupan | No Comments »

Modul 2: Karunia Belajar

March 19th, 2009 by arinamse

Untuk anak yang berusia 0 - 18 tahun, rata-rata hidup anak di rumah = 86%, sedangkan di luar rumah = 14%. Dalam hal pengajaran anak, jika sudah buntu ketika mengajari anak, sebaiknya berhenti dulu karena tidak ada yang akan masuk ke otak. Secara teori, pagi hari adalah waktu yang paling baik untuk belajar.

Faktor2 yang mempengaruhi kesuksesan seseorang:

  • Kejujuran
  • Pasangan yang mendukung.

Esensi pendidikan anak adalah meningkatkan kompetensi dan harga diri.

Proses belajar yang efektif menghadirkan:

  1. Fisik
  2. Pikiran
  3. Emosi.

Yang menentukan kecerdasan anak adalah kekuatan koneksi antar neutron, bukan seberapa banyak jumlah neutron dalam otak. Anak yang senang membaca akan jauh dari TV. Semakin banyak indra dirangsang akan semakin cerdas. Begitu pula, semakin banyak bergerak akan semakin cerdas. Seorang anak yang tidak melewati tahap merangkak akan mengalami kesulitan belajar di kemudian hari. Oleh sebab itu, baby walker telah dilarang digunakan oleh anak yang sedang belajar berjalan.

Cara anak belajar:

  • Mengamati
  • Melakukan uji coba
  • Meniru
  • Melakukan
  • Mengalami
  • Merasakan.

Kaki pendukung belajar:

  1. Merangsang naluri keingintahuan anak.
  2. Berpihak pada anak –> belajar adalah untuk anak, bukan untuk orang tua.
  3. Melibatkan anak –> buatlah tubuh anak banyak bergerak.

Paradigma dalam keluarga adalah menguasai, dalam arti orang tua menyuruh anak secara berlebihan tanpa melihat situasi.

Posted in Kehidupan | No Comments »

Seminar Pendidikan Anak

March 18th, 2009 by arinamse

Sebenarnya sudah lama aku mau berbagi ilmu tentang Seminar Pendidikan Anak yang aku ikut di Gedung Pos Bandung tanggal 7 - 8 Februari 2009. Tapi belum sempet aja untuk menulisankannya. Secara tante cantik sedang sibuk lembur di kantor. Hiksss…. Lembur aja sampe bosen dueehhh. Tapi kerjaan penting dan yang butuh konsentrasi sudah selesai, jadi aku bisalah sedikit2 meluangkan waktu untuk berbagi ilmu karena memang ilmu pendidikan anak ini sangat bagus. Pembicaranya adalah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari. Inilah intisari yang dapat aku simpulkan:

Modul 1: Mencari Jalan Mengasuh Anak

Ketika bersama dengan anak, berarti mernghabiskan waktu berdua untuk bermain, ngobrol, curhat, tiduran dll. Sebelum tidur, tatap wajah anak selama minimal 5 menit sambil berdoa di telinganya, mendoakan segala hal yang terbaik tentang anak kita.

Apa yang kita inginkan dari anak kita:

1. Kita ingin anak kita percaya diri

2. Kita ingin anak kita penuh motivasi, sebaik2nya motivasi adalah motivasi internal

3. Kita ingin anak kita berprestasi. Misalnya orang tua sekarang ingin agar anak bisa membaca, bukannya suka membaca. Di Asutralia dan Finlandia, anak sampai dengan umur 12 tahun dilarang ikut lomba, karena belum saatnya anak berkompetisi. Fitrah anak adalah solidaritas, misalnya hari ini berantem dan besok sudah akur dengan temannya lagi.

4. Kita ingin anak bahagia.

5. Kita ingin anak taat dan patuh pada orang tua.

Masalah2 anak antara lain:

a. Anak malas balajar. Penyebab anak stres belajar sebenarnya adalah orang tua, sekolah.

b. Anak tidak mandiri

c. Anak tidak memiliki harga diri

d. Anak tidak menyukai aktivitas ibadah. Yang dikenalkan ke anak dalam ibadah seharusnya motivasi, bukan kometensi ibadah. Agama diturunkan melalui akidah dulu.

e. anak tidak patuh pada orang tua.

Sebagian besar masalah anak berasal dari orang tua. Bicara pada anak dengan nada yang positif. Jangan mendahulukan hukuman/punishment. Berdasarkan suatu buku, dari umur 0 - 18 tahun, seorang anak dimarahi sebanyak 148.000 kali. Hal ini terjadi di keluarga baik2 lho, bukan keluarga broken home. Ketika ada masalah, jangan buru2 menasehati. Inti dari stimulasi adalah interaksi.

Solusinya:

- Jadilah orang tua seperti yang kita harapkan dulu

- Persiapkan ruang mental.

Beri anak 5 karunia, yaitu:

  • Karunia belajar
  • Karunia konsistensi
  • Karunia kiblat: bagaimana anak berperilaku positif
  • Karunia mendengarkan
  • Karunia Assoffat.

 

Posted in Kehidupan | No Comments »

Pasar Utang s/d 13 Maret 2009

March 16th, 2009 by arinamse

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, kurva tingkat imbal hasil Obligasi Pemerintah untuk posisi per tanggal 13 Maret 2009 secara umum terlihat mengalami peningkatan dibandingkan dengan posisi per tanggal 31 Desember 2008 (dengan kata lain selama periode tersebut terdapat penurunan harga pasar Obligasi Pemerintah). Yield Obligasi Pemerintah jangka pendek hingga menengah per tanggal 13 Maret 2009 berkisar antara 9,92% hingga 12,61%, sedangkan jangka panjang memiliki tingkat imbal hasil antara 13,07% hingga 14,57%. Di lain pihak, tingkat imbal hasil Obligasi Pemerintah pada posisi per tanggal 31 Desember 2008 berkisar antara 11,27% hingga 11,80% untuk jangka pendek hingga menengah serta antara 11,83% hingga 12,22% untuk jangka panjang.

Nilai Surat Utang Negara (SUN) pada posisi per tanggal 12 Maret 2009 sebesar Rp 544,66 triliun, atau meningkat sebesar 3,61% ytd dibandingkan dengan posisi per akhir Desember 2008 sebesar Rp 525,69 triliun. Penempatan terbesar per tanggal 12 Maret 2009 terdapat pada sektor perbankan yang mencapai Rp 271,99 triliun (merupakan 49,94% dari total) meningkat dibandingkan dengan akhir Desember 2008 sebesar Rp 258,75 triliun. Di samping itu, penempatan pada non perbankan mencapai Rp 245,03 triliun (merupakan 44,99% dari total), atau meningkat dibandingkan dengan periode akhir Desember 2008 sebesar Rp 243,93 triliun. Porsi kepemilikan asing terhadap SUN menunjukkan tren penurunan dari akhir Desember 2008 sebesar Rp 87,61 triliun menjadi Rp 79,09 triliun (14,52% dari total) per 12 Maret 2009. Penurunan porsi asing tersebut terutama disebabkan oleh pengetatan likuiditas yang masih membayangi kondisi pasar keuangan global sebagai konsekuensi dari masih berlangsungnya penurunan aktivitas ekonomi di sejumlah negara maju. Investor asing cenderung untuk memindahkan dananya dari SUN dan membeli mata uang US Dollar karena saat ini US Dollar dianggap sebagai safe haven currency, yaitu mata uang yang paling aman untuk dipegang di tengah resesi ekonomi global yang melanda hampir seluruh dunia. Selain itu, apabila terdapat kelebihan likuiditas US Dollar akan ditempatkan pada obligasi di US mapun global bond Pemerintah RI.

Dalam Triliun Rupiah Dec-08 Jan-09 Feb-09 11-Mar-09 12-Mar-09 Porsi
Bank      258,75      267,34       277,33      271,54       271,99 49,94%
Bank BUMN Rekap       144,72       145,52        146,50      
Bank Swasta Rekap          61,67         68,19          76,02      
Bank Non Rekap         45,17         45,92          46,50      
BPD           6,50           6,98            7,54      
Bank Syariah           0,69           0,74            0,77           0,77            0,77 0,14%
Bank Indonesia         23,01         23,83          28,24         26,78          27,64 5,07%
Departemen Keuangan              -                -                 -                -                 -   0,00%
Non Bank      243,93      243,73       245,79      244,52       245,03 44,99%
Reksadana         33,11         33,11          35,10         35,30          35,31 6,48%
Asuransi         55,83         56,95          58,93         59,52          59,54 10,93%
Asing         87,61         86,02          80,90         78,71          79,09 14,52%
Dana Pensiun         32,98         33,41          34,29         34,50          34,56 6,35%
Sekuritas           0,53           0,63            0,72           0,64            0,61 0,11%
Lain - Lain         33,87         33,60          35,85         35,85          35,92 6,59%
Total      525,69      534,89       551,35      542,83       544,66 100,00%

Selain itu, berdasarkan data dari Bloomberg Obligasi Pemerintah dari beberapa negara yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 10 tahun mendatang diperkirakan akan menghasilkan yield sebagai berikut:

Negara

Q1 09

Q2 09

Q3 09

Q4 09

Q1 10

Indonesia

12,28%

11,79%

11,32%

11,13%

11,70%

Malaysia

2,76%

2,95%

3,36%

3,76%

4,50%

Thailand

3,31%

3,31%

3,34%

3,24%

N/A

India

6,24%

6,12%

6,13%

6,76%

7,38%

China

2,82%

2,97%

3,26%

3,57%

3,90%

US

2,62%

2,82%

2,95%

3,17%

3,39%

UK

3,36%

3,07%

3,04%

3,29%

3,59%

Jepang

1,24%

1,24%

1,24%

1,35%

1,35%

Sumber: Bloomberg Weighted Average (16 Maret 2009)

Dengan asumsi BI Rate akan berada pada kisaran 7,00% - 7,25% pada akhir tahun 2009, dimana laju inflasi diperkirakan berada pada level 5,00% - 6,50%, maka tingkat imbal hasil obligasi diperkirakan akan bergerak menurun dibandingkan dengan posisi saat ini.

Posted in Pasar Utang | No Comments »

Congrats for Jeung Pit yang akan segera Menikah

March 12th, 2009 by arinamse

Jeung Pit.. Jeung Pit… Teman se-kos-kyu ini akhirnya akan segera melepas masa lajangnya. Di mana coba???? Di Mekah boooo’. Duh ga pernah kebayang deh bakal menikah di Mekah. Kayak apa ya rasanya??? Berasa jadi selebritis yang menikah di tanah suci deh. Mungkin biar bisa sekalian beribadah umroh. Wah, dobel bonus ibadahnya dong. Menikah itu kan ibadah, umroh juga ibadah.

Aku belum dapat cerita detail tentang pengurusan nikah di Mekah nih. Kira2 sulit ga ya? Apa bedanya ya sama menikah di Indo, selain masalah ongkos dan lokasi yang jauh nian heheheh.

Anyway, aku mendoakan yang terbaik buat Jeung Pit. Kan ada blog wedding announcement-nya tuh dan sudah kutuliskan ucapan selamat di blognya. Perasaan semua komen yang masuk jadi heboh deh begitu tahu dia akan menikah di Mekah hihihihi… Ga ada yang nyangka sih ya… Duh, jadi pengen ikut ke Mekah, tapi dananya masih ditabung buat keperluan lain sih. Padahal pengen banget mengulang apa yang telah kulakukan waktu umroh bersama sahabatku, jeung Malih, dulu. Terutama di bagian berdoa sambil sesenggukan (xixixixixi, orang2 di kiri kanan pada bingung kali pas ngeliat kita berdoa dengan berurai air mata).

Jangan lupa ya Jeung Pit, apakah ada selamatannya di sini, terutama untuk anak2 kos tercinta? Hueekkkssss… xixixixixi. Tapi maap nih ya Jeung Pit, akyu ga bisa kasih kamarku buat pengantin, secara kamarku kedap suara dan berdinding tembok. jadi kalau mau grabak grubuk ama yayang ga bakal kedengeran siapa2. Soale hingga saat ini belum ada arjuna yang berhasil membawaku minggat dari kos-kosan Tante Tina itu hehehehe. Jadi mendingan Jeung Pit cari kamar lain atau mungkin akan tetep stay di kamar yang sekarang?? Hehehehe. Let’s see.

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Cerita di Centro

March 10th, 2009 by arinamse

Mau berbagi sedikit cerita waktu aku ke Centro Plaza Semanggi kira-kira 2 minggu lalu. Siang itu, pas lunch, aku mau beli sesuatu. Setelah melihat-lihat beberapa merk yang sedang diskon (teuteup…), aku menuju ke salah satu merk yang biasa aku beli. Mau lihat apakah yang biasa aku beli itu pas ada diskon 50% atau ga (kalau cuman diskon 20% mah udah biasa hehehe).

Ternyata si mbak pramuniaga-nya memberitahu bahwa barang jualan mereka (dengan merk yang sama) yang biasa diskon 50% itu ada di dekat pintu keluar. Ternyata posisi penempatan barangnya alias layout rada berubah. Jadi mbak tadi mengantarkanku untuk mencari barang yang aku mau. Ternyata ga ada, sehingga akhirnya aku memutuskan beli barang yang pertama kali kulihat tadi (dengan merk yang sama) yang diskonnya cuman 20% (ga pa pa deh), which is aku harus balik lagi ke tempat semula sama mbak-mbak pramuniaga itu.

Tapi si mbak jalannya kayak cepet-cepet dan ga tenang gitu. Aku yang mengikutinya dari belakang, bingung aja lihatnya. Nih mbak kenapa sih, kok jalannya aneh? Waktu mbak-nya nulis nota buatku, kakinya sambil gerak-gerak terus.

Penasaran, kutanya dia: Kenapa Mbak?

Terus dia jawab: Ini mbak, aku pengen pipis.

Aku bilang: ya udah, pipis aja dulu mbak, ga baik lho kalau suka nahan2 pipis, ntar sakit.

Dia jawab: aku ga boleh pipis mbak, kalau belum jam 1 siang ga boleh ke mana2. Ntar dimarahin.

Yaelah, kasihan amat sih mbak ini? Peraturan perusahaannya gimana sih, masa karyawan dilarang pipis. Kebayang deh kalau kita sendiri disuruh nahan pipis, sejam saja rasanya setahun. Tahu ga sih, kalau suka nahan pipis tuh bisa bikin sakit. Mbak-nya tuh beneran ga mau ke toilet karena takut dimarahi supervisor-nya. Duh, segitu mengerikannya ya perusahaan tempatnya bekerja sampai dia takut. Mungkin konsekuensinya adalah pemecatan, ga tahu juga. Padahal secara logika, kan bisa saja titip stand-nya sebentar sama temannya terus dia pipis di toilet sebentar. Heran…. Ga berperikemanusiaan tuuuhhhhhh!!!!!!!

Posted in Kehidupan | No Comments »

Kondisi Sektor Pasar Utang Januari - Februari 2009

March 5th, 2009 by arinamse

Berikut adalah struktur kepemilikan Surat Utang Negara (Rp Triliun):

Dalam Triliun Rupiah Dec-08 Jan-09 6-Feb-09 10-Feb-09 13-Feb-09 20-Feb-09 24-Feb-09 Porsi
Bank      258.75      267.34      268.68       268.73     267.57      271.88       271.93 50.39%
Bank BUMN Rekap       144.72       145.52            
Bank Swasta Rekap          61.67         68.19            
Bank Non Rekap         45.17         45.92            
BPD           6.50           6.98            
Bank Syariah           0.69           0.74           0.74           0.74          0.74           0.74            0.74 0.14%
Bank Indonesia         23.01         23.83         24.53          24.88        25.95         27.56          27.81 5.15%
Departemen Keuangan              -                -                -                -               -                -                 -   0.00%
Non Bank      243.93      243.73      241.68       241.28     241.38      240.21       239.90 44.46%
Reksadana         33.11         33.11         33.04          33.04        33.12         33.86          33.95 6.29%
Asuransi         55.83         56.95         57.14          57.21        57.33         57.62          57.89 10.73%
Asing         87.61         86.02         84.68          84.14        83.94         81.67          81.46 15.10%
Dana Pensiun         32.98         33.41         33.48          33.51        33.57         33.76          33.80 6.26%
Sekuritas           0.53           0.63           0.61           0.65          0.69           0.69            0.36 0.07%
Lain - Lain         33.87         33.60         32.73          32.73        32.73         32.61          32.44 6.01%
Total      525.69      534.89      534.89       534.89     534.89      539.64       539.64 100.00%

Nilai Surat Utang Negara (SUN) pada posisi per tanggal 24 Februari 2009 sebesar Rp 539,64 triliun, atau meningkat sebesar 2,65% ytd dibandingkan dengan posisi per akhir Desember 2008 sebesar Rp 525,69 triliun. Penempatan terbesar per tanggal 24 Februari 2009 terdapat pada sektor perbankan yang mencapai Rp 271,93 triliun (merupakan 50,39% dari total) yang cenderung bergerak meningkat dari awal tahun 2009 sebesar Rp 258,75 triliun. Penempatan pada non perbankan per tanggal 24 Februari 2009 mencapai Rp 239,90 triliun (merupakan 44,46% dari total), atau cenderung menunjukkan penurunan dari periode akhir Desember 2008 sebesar Rp 243,93 triliun. Porsi kepemilikan asing terhadap SUN menunjukkan tren penurunan dari akhir Desember 2008 sebesar Rp 87,61 triliun menjadi Rp 81,46 triliun (15,10% dari total) per tanggal 24 Februari 2009. Penurunan porsi asing tersebut terutama disebabkan oleh pengetatan likuiditas yang masih membayangi kondisi pasar keuangan global sebagai konsekuensi dari masih berlangsungnya penurunan aktivitas ekonomi di sejumlah negara maju. Investor asing cenderung untuk memindahkan dananya dari SUN dan membeli mata uang US Dollar karena saat ini US Dollar dianggap sebagai safe haven currency, yaitu mata uang yang paling aman untuk dipegang di tengah resesi ekonomi global yang melanda hampir seluruh dunia. Selain itu, apabila terdapat kelebihan likuiditas US Dollar akan ditempatkan pada obligasi di US mapun global bond Pemerintah RI.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, kurva tingkat imbal hasil Obligasi Pemerintah selama dua bulan pertama tahun 2009 secara umum terlihat mengalami peningkatan (dengan kata lain selama periode tersebut terdapat penurunan harga pasar Obligasi Pemerintah). Seperti telah dijelaskan sebelumnya, penurunan kinerja Obligasi Pemerintah tersebut terkait dengan penurunan kepemilikan asing di SUN. Yield Obligasi Pemerintah jangka pendek hingga menengah per tanggal 27 Februari 2009 berkisar antara 11,20% hingga 12,96%, sedangkan untuk obligasi jangka panjang memiliki tingkat yield yang antara 12,98% hingga 14,59%. Di lain pihak, Yield Obligasi Pemerintah jangka pendek hingga menengah per tanggal 31 Desember 2008 berkisar antara 11,27% hingga 11,80%, sedangkan untuk obligasi jangka panjang memiliki tingkat yield yang antara 11,83% hingga 12,22%.

Posted in Uncategorized | No Comments »

« Previous Entries